Welcome to Chemistry adalah kegiatan tahunan yang dijalankan oleh HIMAKIM yang bertujuan untuk menyambut para maba-maba baru khususnya Jurusan KIMIA dan sekaligus memperkenalkan jurusan kimia beserta apa saja kegiatan yang akan dihadapi oleh para mahasiswa baru tersebut... Welcome to Chemistry 2013 kali ini dipandu oleh Bapak Dr. Aman Sentosa Panggabean, M.Si selaku Ketua Prodi Kimia FMIPA UNMUL dan Ibu Niswatun Hasanah, M.Si... Berikut beberapa hasil jepretan dari kegiatan tersebut....
Rabu, 11 September 2013
P-MAIL 2013 Akhirnya Tiba.......
Ok buat para Viewers.... Kali ini kami akan mempublikasikan kegiatan P-MAIL atau Pekan MAhasiswa ILmiah FMIPA, Universitas Mulawarman Tahun 2013.... Tahun ini FMIPA UNMUL menerima lebih dari 400 Mahasiswa Baru yang terdiri dari beberapa jurusan yaitu Fisika, Biologi, Kimia, Statistika dan Ilmu Komputer... Nih beberapa hasil jepretan kegiatan PMAIL selama 2 hari....
Sabtu, 31 Agustus 2013
Bahaya Rokok Bagi Pria
Bagi Anda para pria yang memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya Anda
berhenti sekarang juga, sebab penelitian terbaru membuktikan bahwa pria
yang aktif merokok ternyata mengalami penurunan kognitif atau kapasitas
kecerdasan otak. Selama ini perokok memang dikenal sebagai penyebab
meningkatnya jumlah penderita demensia (penurunan fungsional akibat
kelainan pada otak), namun ternyata merokok juga mempengaruhi
kecerdasan mereka.
Penelitian yang telah dilaporkan ke dalam jurnal Archives of General
Psychiatry ini melibatkan 5.099 pria dan 2.137 wanita dengan usia
rata-rata 56 tahun dan membandingkan hasil tes kognitif yang mereka
jalani selama aktif merokok.
Hasil dari penelitian ini pun menunjukkan bahwa pria mengalami
penurunan kecerdasan, begitu juga mantan perokok yang baru saja
menghentikan kebiasaannya menghisap tembakau. Selain itu, mantan
perokok yang telah berhenti merokok beberapa tahun yang lalu juga
sempat mengalami penurunan kapasitas kecerdasan, namun penurunan
tersebut tidak terlalu drastis jika dibandingkan dengan para perokok
aktif.
"Akhirnya penelitian kami menunjukkan bahwa kebiasaan merokok dan
tingkat kecerdasan saling berhubungan, terutama perokok berusia lanjut,
yang selama ini selalu dianggap tidak penting dibandingkan dengan
risiko meninggal dan yang lainnya," tutur salah seorang peneliti
Severine Sabia, Ph.D., dari University College London, seperti yang
dikutip dari India Times (29/03).
Uniknya, para wanita tidak mengalami penurunan kapasitas kecerdasan
seperti pria meskipun mereka juga sedang dan pernah aktif merokok. Para
ahli menduga hal ini mungkin disebabkan karena kadar tembakau yang
dihisap pria jauh lebih banyak daripada wanita.
PhotoShoot Of IKA (Ikatan Alumni) FMIPA KIMIA UNMUL
Meskipun yang hadir dalam rapat ika hanya sedikit tetapi rapat tetap berlangsung dengan baik.... Nie beberapa hasil jepretan kegiatan rapat IKA....
Kamis, 08 Agustus 2013
Selamat hari raya idul fitri 1434 H
Segenap Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa KIMIA FMIPA UNMUL
Mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H...
Selasa, 06 Agustus 2013
Zat Kimia Paling Unik di Dunia
Zat Kimia yang paling mudah terbakar

Zat
apa yang mudah terbakar? Mungkin styrofoam, napalm, marshmallow …
Tetapi, ketiganya belum seberapa jika dibandingkan dengan Triflouride
Klorin. Bahkan, Nazi pun ketakutan untuk menggunakannya. Dalam sebuah
peristiwa, satu ton Triflouride Klorin tumpah dan terbakar. Membakar
beton setebal 12 inci serta pasir dan kerikil sepanjang beberapa meter.
ZAT KIMIA YANG PALING ASAM
Umpama
Aliens diisi dengan asam fluoroantimonic, mereka tidak hanya akan jatuh
ke lantai. Tetapi, uap yang dilepaskan oleh mayat mereka akan membunuh
semua orang di sekitar mereka. Asam fluoroantimonic 2 pangkat 1019 kali
lebih kuat daripada asam sulfat! Dan… meledak bila terkena air. Ketika
itu bereaksi, asap beracun dapat membunuh semua orang dalam ruangan.
ZAT KIMIA PALING BERACUN
Pernah
mendengar tentang Botox? Tidak diragukan lagi, botox adalah “racun
paling mematikan.” Botox menggunakan toksin botulinum yang dihasilkan
oleh bakteri Clostridium botulinum, dan sangat mematikan. Dengan jumlah
yang sama dengan sebutir garam cukup untuk membunuh manusia seberat 200
lb. Pada kenyataannya, mereka bahkan menyatakan bahwa hanya memerlukan
4kg Botox, untuk membunuh setiap orang terakhir di bumi.
Apa Sih Perbedaan antara MIPA KIMIA dengan TEKNIK KIMIA ?
Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu
yang menyelidiki sifat dan struktur zat, interaksi antara materi-materi
penyusun zat, serta energi yang menyertai interaksi tersebut.
Teknik kimia (chemical engineering)
adalah ilmu yang mempelajari rekayasa untuk menghasilkan sesuatu
(produk) yang bisa digunakan untuk keperluan manusia, berlandaskan
pengetahuan ilmu kimia.
Berdasarkan definisi di atas, setidaknya kita bisa melihat tiga perbedaan.
-
Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi
Salah satu kegiatan
dalam ilmu kimia adalah mencari zat baru, memahami struktur dan
sifatnya, kemudian mencari cara atau reaksi untuk mensintesis zat baru.
Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat, struktur,
atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang
sudah ada. Perlu dicatat bahwa teknik kimia tidak mencari sesuatu yang
baru dari sisi kimia tetapi ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.
-
Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri
Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.
A + B –> C + D
Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.
Terhadap reaksi
ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda. Ilmuwan
kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan
D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan
dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi
reaksi A + B, sampai ke tingkat molekuler bahkan sampai ke tingkat
atom. Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses
reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang
biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana
yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat
untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan
lain-lain.
-
Target Skala: Kecil vs. Raksasa
Ilmu kimia
mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan
laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia
mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam
hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan
pada bidang industri.
Hal lain yang sering membuat bimbang
seorang siswa untuk memilih jurusan adalah lapangan pekerjaan setelah
tamat kuliah. Seorang lulusan ilmu kimia dapat bekerja sebagai
peneliti, dosen, guru, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control)
di pabrik. Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproses
barang-barang melalui proses kimia, seperti pabrik pupuk, semen, kilang
minyak, dan lain-lain. Nah, jelas kan sekarang bedanya?
Langganan:
Postingan (Atom)














